Momen Lebaran yang seharusnya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka bagi warga dua desa di Mojokerto akibat banjir yang datang tiba-tiba.
Air sungai yang meluap dengan cepat merendam rumah-rumah penduduk, jalan desa, hingga area sekitar permukiman, membuat aktivitas warga terhenti seketika. Kondisi ini menyebabkan suasana hari raya yang biasanya dipenuhi kebersamaan dan kegembiraan berubah menjadi kepanikan, kesedihan, serta keprihatinan mendalam di tengah masyarakat yang terdampak. Simak cerita yang menyentuh ini hingga akhir hanya ada di Dinamika Bencana dan Krisis.
Banjir Terjang Mojokerto
Banjir melanda dua desa di Kabupaten Mojokerto pada saat masyarakat tengah merayakan Hari Raya Idul Fitri. Peristiwa ini terjadi sejak malam takbiran hingga hari raya, membuat suasana Lebaran berubah menjadi penuh keprihatinan.
Air mulai menggenangi permukiman warga akibat curah hujan tinggi yang diperparah oleh masalah pada sistem aliran sungai di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat air tidak dapat mengalir dengan lancar dan akhirnya meluap ke pemukiman penduduk.
Warga yang awalnya bersiap merayakan Lebaran bersama keluarga harus menghadapi situasi darurat. Sebagian dari mereka bahkan terpaksa meninggalkan rumah demi mencari tempat yang lebih aman.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Rumah Warga Terendam
Banjir yang terjadi di Desa Jumeneng, Kecamatan Mojoanyar, Mojokerto, merendam ratusan rumah warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar satu meter hingga setinggi perut orang dewasa di beberapa titik.
Warga setempat, Teguh Waluyo, menyebutkan bahwa air mulai masuk ke pemukiman pada malam hari saat warga sedang melaksanakan takbiran. Situasi ini membuat banyak keluarga tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka.
Sebagian warga akhirnya memilih mengungsi ke rumah kerabat atau tempat yang lebih tinggi. Kondisi ini membuat suasana Lebaran yang biasanya penuh kebahagiaan berubah menjadi duka dan keprihatinan.
Baca Juga: Krisis Timur Tengah Seret RI, Gus Ipul Usulkan Bansos Diminta Segera Ditambah
Tanggul Sungai Jebol
Menurut laporan, salah satu penyebab utama banjir adalah jebolnya tanggul Sungai Sadar di Desa Jumeneng yang membuat aliran air tidak lagi terkendali. Kerusakan ini menyebabkan air sungai meluap dengan cepat dan langsung masuk ke area permukiman warga di sekitarnya.
Selain itu, pintu air di wilayah Tinggar Buntut juga dilaporkan tersumbat oleh sampah dan material lainnya. Kondisi ini semakin memperburuk aliran air karena debit sungai tidak dapat mengalir dengan normal, sehingga tekanan air meningkat dan memperluas area genangan banjir.
Menanggapi situasi tersebut, pemerintah daerah bersama BPBD dan Dinas PUPR langsung turun tangan melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak. Berbagai upaya dilakukan, termasuk membuka sumbatan dan mengurangi debit air, guna menekan dampak banjir yang meluas di wilayah tersebut.
Warga dan Evakuasi
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat. Puluhan hektare sawah ikut terendam air, sehingga menimbulkan kekhawatiran akan adanya kerugian ekonomi yang cukup besar bagi para petani di wilayah tersebut.
Tim gabungan dari BPBD bersama aparat setempat terus melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak paling parah. Beberapa warga terpaksa diungsikan ke balai dusun, sementara sebagian lainnya memilih bertahan sementara di rumah kerabat atau saudara yang berada di lokasi lebih aman.
Meski kondisi cukup sulit dan penuh keterbatasan, warga tetap berusaha bertahan serta saling membantu satu sama lain. Semangat gotong royong terlihat jelas di tengah situasi bencana yang terjadi bertepatan dengan momen Lebaran, menunjukkan solidaritas yang kuat antarwarga.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari liputan6.com
- Gambar Kedua dari news.detik.com