Asap putih terpantau keluar dari kawah Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, warga diminta meningkatkan kewaspadaan.
Aktivitas ini menunjukkan adanya peningkatan dinamika vulkanik yang terus dipantau oleh pihak berwenang, sehingga masyarakat di sekitar kawasan gunung diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap kemungkinan perubahan kondisi secara tiba-tiba. Simak selengkapnya hanya di Dinamika Bencana dan Krisis.
Gunung Api Awu Keluarkan Asap
Gunung Api Awu di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang menarik perhatian publik. Asap putih teramati keluar dari kawah utama gunung tersebut, memicu kewaspadaan warga sekitar serta pihak berwenang.
Fenomena ini dilaporkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) berdasarkan hasil pengamatan terbaru. Aktivitas tersebut dinilai masih dalam kategori normal hingga waspada, namun tetap memerlukan perhatian khusus karena potensi perubahan kondisi dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat diminta untuk tidak panik. Warga juga diimbau tetap mengikuti informasi resmi dari instansi terkait. Hal ini penting agar tidak terpengaruh isu-isu yang belum dapat dipertanggungjawabkan serta tetap memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Status Waspada Ditetapkan
PVMBG menetapkan status Gunung Api Awu berada pada Level II atau Waspada. Status ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dibanding kondisi normal, meskipun belum mengarah pada erupsi besar.
Dalam laporan resminya, disebutkan bahwa asap kawah berwarna putih dengan intensitas tipis dan tekanan lemah, dengan ketinggian sekitar 10–20 meter di atas puncak kawah. Kondisi ini masih tergolong aktivitas fumarol yang umum terjadi pada gunung api aktif.
Namun demikian, masyarakat diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah puncak demi menghindari risiko yang tidak diinginkan, terutama jika terjadi perubahan aktivitas secara tiba-tiba yang dapat membahayakan keselamatan warga di sekitar kawasan gunung.
Baca Juga:Â Nasib Tragis Warga Mojokerto, Lebaran Justru Dikepung Banjir
Aktivitas Vulkanik Terkini
Berdasarkan pengamatan terbaru, kondisi cuaca di sekitar Gunung Api Awu dilaporkan berawan dengan suhu udara berkisar antara 26–30 derajat Celsius. Kelembaban udara berada pada kisaran 64–78 persen dengan angin bertiup lemah ke arah selatan.
Kondisi visual gunung menunjukkan adanya kabut tipis yang sesekali menutupi area kawah. Hal ini membuat pengamatan langsung terhadap aktivitas gunung menjadi terbatas pada waktu tertentu. Karena itu, diperlukan pemantauan lebih intensif dari pihak berwenang untuk memastikan kondisi tetap terpantau dengan baik.
Meski demikian, PVMBG mencatat adanya peningkatan kegempaan yang menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan aktivitas vulkanik, sehingga status waspada tetap diberlakukan. Kondisi ini menunjukkan perlunya kewaspadaan lebih lanjut, meskipun belum mengarah pada potensi erupsi besar dalam waktu dekat.
Riwayat Letusan Gunung Awu
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya. Warga juga diminta mengikuti arahan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Gunung Api Awu memiliki sejarah letusan besar, salah satunya terjadi pada tahun 1966 yang menyebabkan dampak signifikan bagi penduduk di sekitar kaki gunung. Letusan tersebut menjadi salah satu peristiwa vulkanik besar di wilayah Sulawesi Utara. Peristiwa ini masih dikenang hingga kini karena kekuatan erupsi serta dampaknya terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat di sekitarnya.
Letusan terakhir tercatat pada tahun 2004, meskipun tidak sebesar peristiwa sebelumnya. Oleh karena itu, pemantauan terus dilakukan secara intensif untuk mengantisipasi potensi aktivitas lanjutan di masa mendatang, guna memastikan keselamatan masyarakat dan meminimalkan risiko bencana.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnbcindonesia.com
- Gambar Kedua dari detik.com