Longsor besar menutup jalan penghubung desa di OKU Selatan, Warga diimbau ekstra waspada saat melintas untuk menghindari risiko serius.
Jalan penghubung desa di OKU Selatan terkena longsor mendadak, mengganggu akses warga dan kendaraan. Pihak berwenang meminta masyarakat berhati-hati, terutama saat melewati area rawan longsor. Kondisi Dinamika Bencana dan Krisis ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan dan kelancaran aktivitas sehari-hari penduduk setempat.
Longsor Di Jalan Desa Rantau Kumpai
Curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Sumatera Selatan, menyebabkan jalan penghubung desa longsor di Desa Rantau Kumpai. Longsor ini membuat akses menuju Desa Negeri Sindang nyaris putus, mengganggu mobilitas warga setempat.
Kepala Pusdalops BPBD OKU Selatan, Gunalfi, menjelaskan bahwa longsor yang terjadi pada Kamis, 2 April 2026, itu disebabkan oleh tingginya hujan yang mengguyur wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Akibat longsor, badan jalan amblas sepanjang sekitar 6 meter dan kedalaman mencapai 1,5 meter, membuat sebagian jalan tidak lagi bisa dilalui kendaraan secara normal. Meski kondisi jalan rusak parah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Pihak berwenang langsung turun melakukan kaji cepat sekaligus memantau situasi.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
š„ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
š² DOWNLOAD SEKARANG
Upaya Penanganan Lokasi Longsor
Pihak BPBD OKU Selatan telah mengamankan lokasi dengan pemasangan garis polisi untuk mencegah kecelakaan atau insiden lanjutan bagi pengguna jalan. Tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama instansi terkait melakukan pendataan dampak longsor dan langkah awal penanganan. Upaya ini termasuk memeriksa kondisi tanah yang masih rawan.
Koordinasi juga dilakukan dengan Dinas PUPR untuk rencana penanganan lebih lanjut terhadap jalan yang rusak parah akibat amblas. Masyarakat di sekitar lokasi telah diimbau untuk waspada terhadap kemungkinan longsor susulan karena kondisi tanah yang masih labil.
Baca Juga:Ā Alarm! Suhu Bumi Naik Tajam, Risiko Banjir Dan Angin Kencang Jadi Ancaman Nyata
Waspada Saat Melintas Di Wilayah Rawan
Pihak berwenang meminta warga yang akan melintas di kawasan tersebut berhatiāhati karena tanah masih rawan longsor dan jalan dalam kondisi tidak stabil. Imbauan ini disampaikan agar tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi jalan yang tidak lagi aman dilalui, terutama oleh kendaraan berat.
Warga juga diminta memperhatikan tanda pengamanan seperti police line yang telah dipasang di sekitar lokasi longsor. Koordinasi antar instansi pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan bersama di daerah rawan bencana alam ini.
Dampak Bencana Di OKU Selatan
Longsor di OKU Selatan bukan pertama kali terjadi akibat hujan deras. Beberapa kejadian sebelumnya juga menutup akses jalan desa atau antarkecamatan. Material longsor di wilayah kabupaten ini pernah menutup akses jalan lain, sehingga tim gabungan harus menggunakan alat berat untuk membersihkan material.
Akses jalan serta kehidupan warga di wilayah pedesaan sering terganggu saat musim hujan tiba dan tanah menjadi labil untuk kendaraan melintas. Peristiwa seperti ini mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana bagi warga dan pemerintah daerah di daerah rawan longsor.
Seruan Waspada Berkelanjutan
BPBD dan aparat terkait terus mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama jika hujan intensitas tinggi kembali terjadi. Masyarakat disarankan memperhatikan perubahan kondisi tanah atau munculnya retakan yang bisa menjadi indikasi longsor lanjutan.
Pemerintah daerah juga terus memantau titikātitik rawan agar dapat segera dilakukan tindakan cepat jika muncul tanda bahaya. Upaya gotong royong dan koordinasi warga bersama BPBD diharapkan dapat mempercepat mitigasi bencana di masa yang akan datang.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com